Untaian kata sepanjang
cita-cita rentangan makna
menjalin dunia pembimbing
putra-putri semua bangsa bersama kita meninggikan harkatnya

  • Kelompok Pencinta Bacaan Anak
  • Kelompok Pencinta Bacaan Anak
  • Kelompok Pencinta Bacaan Anak
  • Kelompok Pencinta Bacaan Anak
  • Kelompok Pencinta Bacaan Anak
The 1st Asia-Oceania IBBY Regional Congress in Bali, May 23rd-26th, 2013, dalam Rekaman Gambar

Kongres Bacaan Anak Internasional, The 1st Asia-Ocenia IBBY (International Board on Books for Young People) Regional Congress, telah berlangsung pada tanggal 23-26 Mei 2013 di hotel Ananta Legian, Bali. Acara yang diprakarsai oleh Dr.Murti Bunanta sebagai Ketua KPBA dan Presiden INABBY (Indonesian Section of IBBY) ini telah menorehkan sejarah sebagai kongres bacaan anak internasional pertama yang diadakan di Indonesia. Dalam kongres ini hadir lebih 120 peserta dari 20 negara.   

Untuk melihat video, silakan klik di siniplay

Click here to watch the video

 


 

English Version

The 1st Asia-Ocenia IBBY (International Board on Books for Young People) Regional Congress has been held on May 23rd-26th, 2013 at Ananta Legian Hotel, Bali.  Initiated by Dr.Murti Bunanta, the President of INABBY, this succesfull event was recorded in history as the first international  children's literature congress held in Indonesia. More than 120 delegates from 20 countries participated. 

Read more...
 
Tentang Kami

Kantor KPBAKPBA adalah organisasi nirlaba independen yang digagas pada tahun 1987 oleh Dr. Murti Bunanta SS. MA. Pada tahun 1990 KPBA menjadi anggota IBBY (International Board on Books for Young People).

Sejak berdiri, KPBA banyak mengadakan seminar, lokakarya untuk mahasiswa, guru pendidik, pengarang, illustrator, pendongeng, penerbit dalam usaha meningkatkan mutu bacaan anak Indonesia. Setiap minggu melakukan kegiatan rutin mendongeng di Rumah Sakit sejak 1993. Mengadakan Festival mendongeng setiap satu atau dua tahun dalam memperingati Hari Anak Nasional.

KPBA juga menggalang kerjasama dengan pemerintah, institusi dalam dan luar negri untuk kemajuan bacaan anak. Juga mendatangkan pembicara luar negeri untuk meningkatkan mutu pelaku perbukuan di Indonesia.

Sukarelawan KPBA terdiri dari peneliti, dosen, doktor, ibu rumah tangga, mahasiswa, karyawan, pengarang, illustrator, pendongeng, guru, orang tua, dan lain-lain. Pengurus KPBA tidak digaji dan semua sumbangan yang diterima , diteruskan untuk kepentingan masyarakat khususnya anak dan membina kemampuan orang dewasa yang terlibat bagi pendidikan anak.

KPBA adalah pionir untuk memajukan minat membaca anak-anak di Indonesia. Selama dua puluh tahun KPBA berkiprah dalam meningkatkan minat baca anak, mutu bacaan, dan layanan perpustakaan.

Visi dan Misi

Tujuan dari Kelompok Pencinta Bacaan anak adalah untuk mengembangkan dan membina bacaan anak di Indonesia sebagai partisipasi bagi usaha mencerdaskan bangsa.

Kegiatan untuk Orang Dewasa :

Seminar, lokakarya, dan pelatihan mendongeng, pelatihan membuat alat peraga, pelatihan menulis, pelatihan membuat ilustrasi, dll.

Kegiatan untuk anak : 

Festival mendongeng setiap satu atau dua tahun, kegiatan rutin mendongeng di RSCM setiap minggu, lomba membaca cerita,  membuat alat peraga mendongeng sederhana, dll.

Sejarah 

Pencetus gagasan dan pendiri KPBA adalah Dr. Murti Bunanta SS.,MA yang menuangkan pikiran, gagasan dan keprihatinannya terhadap dunia bacaan anak di Indonesia dalam sebuah tulisannya, yang dimuat dalam harian Kompas, 22 September 1987, berjudul "Kalau Belum Terlambat, Mengapa Tidak Sekarang? Kita Butuh Kelompok Pencinta Bacaan Anak".

Tulisan ini menarik minat sekelompok pendukung gagasan dan simpatisan yang menaruh perhatian pada bacaan anak dan mencintai anak-anak, yang secara rutin bertemu sebulan sekali untuk memantapkan gagasan sambil mengadakan kegiatan mendongeng untuk anak-anak.

Pada tahun 1988 dibentuk kepengurusan yang bergabung dalam wadah bernama : Kelompok Pencinta Bacaan Anak (Inggris : Society for the Advancement of Children's Literature). Organisasi ini bersifat independen, non profit dan pengurus serta anggotanya bekerja atas dasar sukarela.

Pameran dengan tema Anak, Bacaan dan Mainan yang diadakan dalam rangka menyambut hari anak nasional Juli 1989 adalah tonggak sejarah kegiatan KPBA selanjutnya, baik secara nasional maupun internasional.

Kegiatan KPBA yang intens dalam memajukan mutu bacaan anak Indonesia menarik perhatian dunia internasional. April 1990, KPBA resmi menjadi seksi nasional suatu organisasi dunia yang bernama International Board on Books for Young People (IBBY) sebagai seksi nasional ke 51.

Pada tahun 2006, untuk meluaskan kerja KPBA, maka seksi nasional tersebut yang bernama Indonesian Board on Books for Young People (INABBY) dipisahkan menjadi organisasi tersendiri dan bekerjasama secara erat dengan KPBA.

Pengurus KPBA


 

Ketua (President)
Dr. Murti Bunanta SS., MA

Wakil Ketua (Vice President)
Dr. Ir. Tety Elida, MM
Lulusan Institut Pertanian Bogor, kemudian melanjutkan program Magister Ekonomi di Universitas Gunadarma. Sejak tahun 1992 bekerja sebagai staf tetap di Universitas Gunadarma. Mewakili KPBA belajar Sastra Anak di Austria (2004)

Tety Elida
  

Sekretaris INABBY (Secretary of INABBY)
Dina Novita Tuasuun, S.Si. Aktif mendongeng bersama KPBA di rumah sakit dan berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Telah menerjemahkan 18 judul buku anak, enam di antaranya merupakan buku cerita yang digunakan untuk mendongeng

Bendahara (Treasurer)
Dra Dinar Utami Prasidono. Lulusan Universitas Gajah Mada pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Sosiologi. Bekerja di bidang Riset/Researcher (Marketing, Sosial dan Industri). Menjadi anggota KPBA sejak tahun 2001.

Dinar

 

Sekretaris
1. Emilia Nazir, BEd (ece.), MEd. (ece)

Program
1. Dina Novita Tuasuun, S.Si.(teol.)
2. A. Tetty Pratiwi, SE

Pembantu Umum
1. Maria Christania, S.Ds
2. Pandu Sotya Kusuma, S.Ds 

 

 

 

 

 

English version

About Us

Kelompok Pencinta Bacaan Anak or Society for the Advancement of Children’s Literature (SACL) as a non profit, independent organization established in 1987 by Dr. Murti Bunanta SS, MA. In 1990 SACL became the member of International Board on Books for Young People (IBBY).

Since its establishement SACL has conducted many seminars and workshops for students, teachers, educations, writers, illustrators, publishers and all people related to children’s literature in order to try to improve the quality of children’s book in Indonesia. Since 1993 each in every week SACL has held storytelling session for sick children in a public hospital. SACL also has organized storytelling festival annually or biennially since 1991 in commemorating in National Children’s Day which is celebrated in the month of July.

SACL actively set up cooperations with many other independent institutions, including government bodies, international organizations, and private companies in promoting quality children’s literature and international understanding through children’s books. SACL also invites international speakers and contributors working hand in hand to improve the knowledge of people working for children’s books and to promote Indonesian children literature internationally.

Members of Society for the Advancement of Children’s Literature consist of researchers, lecturers, doctors, parents, students, teachers, illustrators, writers, storytellers, and other concerned people. The board of members of SACL work voluntarily and all donations received will be used for SACL activities.

SACL pioneers the efforts to make society aware of the importance of quality children’s books an good reading environment for children’s. And to improve services of libraries in order to promote reading habit in Indonesia.


Vision and Mission

Our aim is to make people aware that quality children’s books are important for their education and development. All children have to get their rights to access good books through home, schools, and libraries.

History

SACL was founded and established by Dr. Murti Bunanta in 1987 because of her concern of the condition of children’s literature in Indonesia. She wrote an article in Kompas daily which was issued on September 22nd, 1987. Her article received wide attentions and responds which gathered concerned people. This gathering was also designed as storytelling session for children and in 1988 this group announced a formal institution, named as “Kelompok Pencinta Bacaan Anak” (Society for the Advancement of Children’s Literature – SACL).

The first books exhibition and storytelling festival organized in 1989 was a stepping stone for the following activities and programs of SACL to cooperate widely with local and international institutions up to now.

Activities for Adult

Seminars and workshops on writing, illustrating, storytelling, book publishing, storytelling devices making, etc.

Activities for Children

Annually or biennially storytelling festivals, various children competition in telling stories, book writing, book illustrating, poster making, review writing, poetry reading, storytelling devices making, storytelling session for sick children, etc.

In 1990 SACL became the national section of IBBY with its name Indonesian Board on Books for Young People (INABBY) and since 2006 this two organizations became two separate bodies working hand in hand.