KPBA Menyemai Minat Baca di Klaten dan Yogyakarta

Pertengahan Juni 2011, tim KPBA yang terdiri dari Ibu Murti Bunanta, Dina Tuasuun, dan Dwi Julyanti mengunjungi daerah Klaten dan Yogyakarta. Di Klaten, kami datang ke tiga komunitas baca (komba) yang dikelola oleh Yayasan Karina. Tiap komba ini adalah tempat-tempat yang dilayani oleh perpustakaan motor KPBA yang sudah beroperasi sekitar tahun 2007 lalu, setelah gempa mengguncang Yogyakarta.

Sabtu pagi, 18 Juli, perjalanan kami mulai dari Dukuh Kutu. Saat kami tiba, sebuah perpustakaan motor berwarna merah jambu sudah diparkir di muka sebuah rumah joglo yang merupakan kantor Karina. Di dalam ruangan, sekitar 30-an anak sudah duduk di lantai membentuk lingkaran. Beberapa orang tua juga ikut mengantar.

Acara dibuka dengan perkenalan diselingi nyanyian. Setelah itu, kami lanjutkan dengan acara dongeng. Ada anak yang antusias terlibat, ada pula yang masih malu-malu. Ketika dongeng selesai, keadaan mendadak ramai karena anak-anak diperbolehkan memilih buku yang akan dibaca dari Perpustakaan Motor. Beberapa anak bergerombol dan membaca bersama. Ada pula yang minta dibacakan. Kegiatan serupa, dengan dongeng yang berbeda, berulang di dua komba lain yang kami kunjungi yaitu Komba Desa Ceporan dan Komba Desa Ngandong. Perjalanan dari desa ke desa ini merupakan rute biasa yang dilalui oleh Perpustakaan Motor yang kali ini juga mengiringi perjalanan kami .

Di Desa Ceporan, pengalaman menarik kami alami. Kami berjumpa dengan Anwar dan Lilis, dua anak yang berkebutuhan khusus yang ceria. Anwar sangat bersemangat terlibat dalam dongeng. Ia juga suka membaca. Tiap gambar yang dilihatnya, kerap dihubungkan dengan lagu yang ia kenal. Saat melihat gambar bintang, ia berujar, “Bintang ya? Bintang kecil di langit yang biru…” ia pun mulai menyanyi. Begitu pula saat melihat gambar burung hantu, “burung hantu… ku ku…” Sedangkan Lilis bisa berkali-kali mondar-mandir ke perpustakaan motor dan membolak-balik buku. Ekspresinya jujur saat melihat ilustrasi dalam buku. Sesekali ia tampak takjub, sesekali tampak takut. Salah satu buku yang Lilis sukai adalah Putri Kemang karangan Murti Bunanta.

Lain lagi pengalaman di Desa Ngandong. Kami tiba di sana selepas makan siang. Rupanya anak-anak sudah lama menunggu sambil membaca buku-buku yang tersedia di rumah Carik Desa. Ketika perpustakaan motor tiba, sesi mendongeng pun segera dimulai. Anak-anak cukup aktif berperan sebagai tokoh-tokoh dalam cerita. Rupanya mereka sudah sering membaca bukunya dan sesekali didongengi juga.

Setelah perjalanan ke tiga Komba bersama Yayasan Karina, keesokan harinya tim KPBA mengunjungi daerah Umbulharjo, Cangkringan di lereng Merapi bersama SOS. Daerah ini termasuk yang paling parah terkena dampak erupsi gunung Merapi tahun lalu. Di tempat ini, kami menyerahkan langsung sumbangan buku kepada 35 sekolah yang belum dapat hadir pada kunjungan KPBA sebelumnya. Bukan hanya serah terima buku, tim KPBA juga membekali para guru dengan pelatihan mendongeng. Seperti biasa, dalam pelatihan ini para guru bukan hanya mendengarkan ceramah, melainkan mempraktikkan langsung berbagai dongeng yang diajarkan. Selain para guru, lebih dari 20 anak juga hadir berbagi keceriaan bersama kami di Minggu pagi itu.

 
  • July 20, 2007
  • News

Comments are closed.


×


×