SMP Lazuardi, a Junior High Presented The Adaptation of Suwidak Loro, a Javanese Folktale Retold by Murti Bunanta on March , 24th 2019

Kejutan lain yang tak terduga diberikan oleh Sekolah Lazuardi yang akan mementaskan cerita rakyat Jawa: “Suwidak Loro“, yg ditulis kembali oleh ibu Murti Bunanta. Mengenalkan budaya dapat melalui banyak cara, yang penting anak menikmati. Selain itu cara menuliskan kembali cerita rakyat akan menjadi dasar yang kuat . Siapa bilang cerita rakyat ketinggalan jaman di era milineal ini? Sekolah Lazuardi pernah mementaskan cerita ini di tahun 2010 pada Festival Bercerita KPBA di Bentara Budaya. Terimakasih sekolah Lazuardi dan murid murid serta semua yang mendukung acara ini.

Another beautiful surprise is given by Lazuardi Middle School that will present a gala performance based on a Javanese folktale retold by Murti Bunanta on March, 24th. It is a story about a girl with sixty two hairs who turn to a beautiful lady caused by her unconditional love of her mother who prayed every night and because of her own cleverness. A funny story. This story was also performed by this school in 2010 for KPBA Storytelling Festival in this year. Folktales never die depending on how you retold it. A big thanks to Lazuardi school and the pupils and all who support this gala performance.

Siapa bilang generasi milineal menganggap cerita rakyat itu jadul. Murid murid SMP Lazuardi mementaskan cerita rakyat dari Jawa Tengah: “Suwidak Loro” adaptasi dari cerita tersebut yang dituliskan kembali ibu Murti Bunanta. Selain itu juga membuktikan bahwa bila ditulis dengan baik dan tepat maka makna cerita akan tetap relevan sampai sekarang. Suatu “hadiah dan penghargaan” yang akan terus dikenang untuk ibu Murti. Murid murid Sekolah Lazuardi menampilkan pementasan dengan prima, serius dan gembira yang membuat penonton berbahagia dan mengerti apa makna cerita. Terimakasih untuk semua murid, orang tua murid, sekolah dan semua panitia dan Sutradara yang terlibat juga khusus terimakasih untuk ibu @yunkusumawati kepala sekolah SMP Lazuardi (memberi bunga kepada ibu Murti, foto 2) dan sebagai kenang kenangan kepada sekolah, ibu Murti menyerahkan buku nya yang lain “Putri Kemang” sebagai pemantik pementasan berikutnya (foto 3)

Who said that generation millineal consider Folktales as old fashion. The junior high pupils of Lazuardi School have performed a Javanese folktale “Suwidak Loro“ adapted from a book with the same title retold by Murti Bunanta. This performance is really worth to treasure for Murti. The pupils presented the performance with full passion and a really premium performance. Thanks to all who made this happen, and a big thank especially for Ms Yun Kusumawati, the headmaster of The Junior high, p2 (handed over a hand bouquet). And Murti also gave her other book, Princess Kemang, a folktale from Sumatra Island as a possible idea for the next performance.

 

 

Comments are closed.


×


×