Murti Bunanta

Murti Bunanta adalah Doktor pertama dari Universitas Indonesia yang meneliti sastra anak-anak sebagai topik disertasi. Penelitian mengenai sastra anak-anak sudah dirintisnya sejak mengambil Sarjana Sastra dan Gelar Magister, juga di Universitas Indonesia.

Selain itu, Murti Bunanta banyak menghasilkan tulisan (lebih dari 200 buah) mengenai sastra anak-anak untuk penelitian, makalah, untuk berbagai media massa di Indonesia dan jurnal ilmiah di luar negeri. Sampai tahun 2012 sudah lebih dari 144 kali menjadi pemrasaran/ pemakalah dan panelis pada seminar dan lokakarya mengenai sastra anak, kebudayaan anak, mendongeng dan dongeng, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, antara lain : Thailand, Malaysia, Singapura, Australia, China, Makau, Afrika Selatan, Jepang, India, Laos, Iran, Spanyol, Denmark, Korea, Inggris, Jerman, Slovakia, Swedia, dan Yunani.

Murti Bunanta juga pendiri dan ketua Kelompok Pencinta Bacaan Anak (KPBA-Sejak 1988), Society for the Advancement of Children’s Literature (SACL-Sejak 1988), dan Indonesian Board on Books for Young People (INABBY-Sejak 1990), organisasi nir-laba yang merupakan pelopor dalam berbagai kegiatan untuk memajukan bacaan anak di Indonesia.

Selain menulis dua buku mengenai Literatur Anak pada tahun 1997 dan 2004, Murti Bunanta juga menulis buku untuk anak. Bukunya yang pertama berjudul Si Bungsu Katak (1998) (dwibahasa – Indonesia dan Inggris) mendapat hadiah internasional dari Polandia, The Janusz Korzcak International Literary Prize. Pada tahun yang sama, Murti Bunanta juga menerima Piagam Penghargaan dari Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Republik Indonesia, Bapak Marzuki Usman (1998). Empat puluh dua buku lainnya telah terbit tahun 2001, 2004, 2005, 2006, 2007, 2008, dan 2009. Pada tahun 2003 terbit pula karyanya berjudul Indonesian Folktales berupa kumpulan cerita rakyat dalam bahasa Inggris untuk penerbit Amerika.

Penghargaan ketiga yang diterima Murti adalah Octogones 2002 untuk bukunya Legenda Pohon Beringin. Pada tahun 2002 Murti menerima penghargaan keempat BIB Honorary Award (Biennale Illustrations Bratislava) dari Slovakia untuk pengabdiannya dalam berbagai kegiatan untuk memajukan mutu ilustrasi buku anak di Indonesia. Penghargaan kelima yang diterimanya adalah Honorable Mentioned BIB 2005 atas prakarsanya menerbitkan buku cerita untuk pembaca pemula (16 judul), yang dinilai sebagai cara untuk meningkatkan minat baca anak sejak dini. Penghargaan keenam adalah IBBY Honour List 2008 – Certificate of Honour Writing untuk buku Putri Kemang (Princess Kemang) yang diterimanya di Denmark bulan September 2008. Penghargaan ketujuh, bukunya yang berjudul My First Dictionary – Insect masuk ke dalam buku pilihan Outstanding Book for Young People with Disabilities 2009. Penghargaan kedelapan “The Tiny Boy and Other Tales from Indonesia” (Groundwood, Kanada) masuk dalam USBBY Outstanding International Books (OIB) List 2014 (Amerika).

Penghargaan kesembilan adalah L’udmila Podjavorinska Plaque, diserahkan di Bratislava, 4 September 2013 dari Kementrian Kebudayaan Slovakia untuk jasanya mempromosikan sastra anak Slovakia ke luar negeri. Penghargaan kesepuluh, merupakan apresiasi terhadap jasanya yang luar biasa untuk persahabatan Slovakia dan Indonesia serta nama baik Slovakia di dunia melalui buku anak diberikan oleh Deputy Prime Minister and Minister of Foreign and European Affairs of the Slovak Republic, Miroslav Lajčák, for her extraordinary merits in the development of friendly relations with the Slovak Republic and promoting the good name of Slovakia in the world. Pada 3 Oktober 2014, Murti mendapatkan penghargaan kesebelas, “Anugrah Kebudayaan dari Pemerintah Indonesia” untuk jasa – jasanya. Penghargaan keduabelas, IBBY Honorary Member 2016 yang diterimanya di Auckland, Selandia Baru pada 18 Agustus 2016 untuk dedikasinya pada sastra anak Indonesia dan juga untuk kepentingan dunia. Penghargaan ketigabelas, Her Times Women Empowerment Awards – Excellence Award Recipient diterimanya pada bulan Mei 2018 di Singapura dalam rangka memperingati lima puluh tahun diplomasi hubungan Indonesia dan Singapura.

Murti menjadi Board of Advisors dari AFCC (Asian Festival of Children’s Content) – Singapore sejak 2010 dan Dewan Pakar SatuPena. Tahun 2008-2018, Murti mengajar di Jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Murti Juga menjadi Advisor dari Singapore Book Council sejak 2018.

Murti telah menulis essai tentang sastra anak lebih dari 200 dan memberikan ceramah sebanyak lebih dari 170 kali tentang sastra anak di peringkat nasional dan internasional. Memberi presentasi a.l. di Malaysia, Singapura, Jepang, Australia, Thailand, Afrika Selatan, India, Cina, Macau, Denmark, Spanyol, Laos, Iran, Korea, Inggris, Jerman, Swedia, Selandia Baru, Yunani, Indonesia dan Brunei.

Murti juga menjadi juri internasional dan ketua juri internasional untuk berbagai kompetisi dunia tentang; minat baca, ilustrasi, dan mendongeng. Selain itu, Murti juga mendapatkan nominasi dari Astrid Lindgren Memorial Award (ALMA-Sweden) 2011, 2012, 2013, 2014, 2016, 2017, dan 2018 sebagai penggerak minat baca (promoter of reading).

Murti adalah pengarang buku anak-anak Indonesia pertama yang karya-karyanya mendapat penghargaan internasional di luar negeri (Polandia dan Perancis). Juga dia adalah pengarang buku anak-anak Indonesia pertama yang karyanya diterbitkan di luar negeri (Amerika, Kanada). Ia pula pengarang buku anak-anak Indonesia yang pertama yang karyanya diterjemahkan di luar negeri (Jepang dan Mongolia). Dua bukunya yang berjudul “Masarasenani dan Matahari” (cerita rakyat Papua) dan “Hua Lo Puu” (cerita rakyat Maluku) diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Nasional menjadi buku braille pada tahun 2009 untuk dipakai di sekolah untuk anak berkebutuhan khusus di seluruh Indonesia.

Dari tahun 1992 – 1996 bertugas menjadi Komite Eksekutif IBBY (International Board on Books for Young People – berkedudukan di Basel – Swiss). Tahun 1997, 1999, 2001, dan 2005 menjadi anggota juri internasional lomba ilustrasi dunia, BIB (Biennale Illustrations Bratislava). Pada tahun 2011, Murti menjadi Presiden dari Juri Internasional BIB yang ke 23. Tahun 1999 menjadi juri internasional lomba ilustrasi buku anak di Iran dan tahun 2012 menjadi juri internasional lomba bercerita di Iran. Murti menjadi ketua juri lomba ilustrasi INABBY di Indonesia pada tahun 1993.

Tahun 1993, 1994 dan 1995 menjadi juri internasional Asahi Shimbun Reading Promotion Award. Selain itu, Murti Bunanta juga menjadi anggota berbagai organisasi internasional peneliti sastra anak-anak.

Penelitian mengenai sastra anak-anak sudah dirintisnya sejak mengambil gelar Sarjana Sastra (S.S.) dari Fakultas Sastra Universitas Indonesia jurusan Sastra Belanda dengan judul skripsi, Konflik Rumah Tangga dalam Bacaan Anak-Anak Belanda, 1982 (suatu pembicaraan mengenai pantangan). Gelar Magister (M.A.) juga diperoleh dari Universitas Indonesia Fakultas Pasca Sarjana Universitas Indonesia Program Studi Amerika dengan judul tesis, Mark Twain’s Adventures of Huckleberry Finn : A Consideration of Rascism and Audience (1986). Penelitian ini berkaitan dengan bacaan anak di Amerika. Disertasi-nya yang diraih tahun 1997 berjudul, Problematika Penulisan Cerita Rakyat untuk Anak di Indonesia.
Murti Bunanta juga merupakan kolektor buku anak-anak, Indonesia dan mancanegara (berjumlah 30.000 judul buku) dari kurang lebih 45 negara.

Di bawah pimpinannya Kelompok Pencinta Bacaan Anak banyak menyelenggarakan acara lokakarya, seminar, pelatihan dan kegiatan membacakan buku dan mendongeng untuk anak-anak, dengan pembicara dan pendongeng dalam serta luar negeri.

Murti Bunanta adalah pengajar di Universitas Indonesia pada Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Ilmu Perpustakaan dan Informatika sejak tahun 1989 – 2007. Sekarang Murti mengajar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Murti Bunanta banyak melakukan perjalanan ke berbagai daerah terpencil bersama tim KPBA, memberikan donasi buku bagi perpustakaan melalui layanan perpustakaan motor, mengajar guru-guru dan mendongeng bagi anak-anak secara sukarela, antara lain di Tobelo (Maluku), Aceh, Maumere, Riau, Padang, Yogya, Klaten, Bali, dan lain-lain. Selain di Indonesia, Murti juga mengunjungi sekolah, perpustakaan, dan bercerita di India, Afrika Selatan, dan Iran.

Murti Bunanta dengan KPBA, organisasi yang didirikannya, adalah pionir dalam usaha meningkatkan mutu bacaan anak dan sumber daya manusia-nya di Indonesia.

Short Bio

Murti Bunanta is the first person to receive a Doctorate degree from the University of Indonesia, Jakarta, using research in children’s literature as the topic for her dissertation in 1997.  She started her research on children’s literature when she was working on her thesis for her undergraduate degree in Dutch Literature (1981). And continued to do another research on children’s literature for her master degree in American Studies (1986). She received all of her degrees from University of Indonesia.

She is the founder and president of The Society for The Advancement of Children’s Literature or Kelompok Pencinta Bacaan Anak (established in 1986), a non-profit organization that pioneers various activities to develop children’s reading in Indonesia. She also established INABBY (Indonesian Board on Books for Young People) a national chapter of IBBY in 1990 and is the president up to now. She served as executive member of IBBY (International Board on Books for Young People) in 1992-1996.  She is on the board of advisors of Asian Festival of Children’s Content (AFCC-Singapore) since 2010 and the Advisor of Singapore Book Council 2018 up to now.

Murti has written a number of essays (approx more than 200) and given numerous lectures (approx 170) on children’s literature, nationally and internationally; among others in Malaysia, Singapore, Japan, Australia, Thailand, South Africa, India, China, Macau, Denmark, Spain, Laos, Iran, Korea, England, Germany, Sweden, Greece, Indonesia and Brunei.

She has written two books on children’s literature studies (1997 and 2004). Murti also writes books for children and forty-eight books have been published (Books for early readers and folktales books). Her first book, folktale, entitled The Youngest Frog, received The Janusz Korczak International Literature Prize – Honorary Award – 1998 (Poland). Also, in 2002 her other book entitled The Legend of the Banyan Tree, fokltale, received Octogones Reflets D’Imaginarires D’ Ailleurs 2002 award from France. In September 2005 Murti Bunanta Foundation has received Honorable Mention to the Publisher from BIB (Biennale Illustrations Bratislava) for its quality publication of early reader books. In September her book entitled Princess Kemang received IBBY Honour List 2008, and in 2009 her early reader, My First Dictionary-Insect, received IBBY Outstanding Books for Young People with Disabilities. And eight of her folktales stories are published in Canada entitled The Tiny Boy and Other Tales from Indonesia in May 2013 and this book is selected and included in The USBBY Outstanding International Books (OIB) List 2014. In 2016, her book in German Language, Prinzessin Kemang (folktale), were listed  as “the 100 best children’s and youth books”, selected by Munich book show, a prestigious recognition. Her other collection of Indonesian folktales was already published in America in 2003. Her books has been translated into five (5) languages : Japanese, Mongolian, Korean, German, Chinese, and more languages will come. Two (2) of her books has been converted in two Braille books by the Indonesian Departement of Education and distributed free for schools for children with special need. All together she has received seven (7) international recognitions for her books.

Also she received five (5) international and one (1) national recognitions for her dedication to promote diplomacy friendship through children’s literature. In 2003 she received BIB Honorary Plague (Slovakia) for her dedication in promoting and encouraging to produce good quality of illustrations in Indonesia. In September 2013, Murti received two international awards from the Republic of Slovakia: The 1st award is The Ľudmila Podjavorinská Plaque, granted by Minister of Culture of Slovak Republic in Bratislava on September 4th for her important contribution to the promotion of Slovak children’s literature in other countries. The 2nd  award is from Deputy Prime Minister and Minister of Foreign and European Affairs of the Slovak Republic, Miroslav Lajčák, for her extraordinary merits in the development of friendly relations with the Slovak Republic and promoting the good name of Slovakia in the world. This award was handed over by Mr.Stefan Rozkopal, the ambassador, in Jakarta on Slovak National Day, September 9th. In October 2014, Murti received Indonesian Cultural Recognition (Anugrah Kebudayaan) from Indonesian Government for her dedication as reading promotor since 1987. In 2016 at IBBY World Congress in New Zealand she received IBBY Honorary Member. In May (16th) 2018 she received Her Times Women Empowerment Awards – Excellence Award Recipient.

Murti also served as international jury and president jury for several competitions abroad: reading promotion, illustration, storytelling. She was the president jury of BIB (Biennial of Illustrations Bratislava) in 2011 and 2013. She is the nominee for reading promoter for Astrid Lindgren Memorial Award (ALMA-Sweden) 2011, 2012, 2013, 2014, 2017 and 2018 the world’s largest prize for children’s and young people literature.

During the last seven years she traveled in many part of Indonesia in the remote areas to donate books to small libraries and also reestablishing libraries after tsunami disaster using motorbike libraries as a tool to help children to get access of books and as part of children in crisis program. In these occasions also she teaches teachers and educators to use books effectively and storytelling. She tells stories to children at schools, at the remote areas, in conferences, and many disaster areas in Indonesia. She has also visited schools, libraries, and telling stories in India, South Africa, Iran, Laos, Thailand, Malaysia, and Sweden. Since 1993 she and SACL volunteers have been telling stories and book readings to sick children suffering from cancer at a state public hospital in Jakarta.

In May 23rd-26th 2013, she and her team are organizing the 1st Asia-Oceania IBBY Regional Congress in Bali. This is a history in children’s literature in Asia and Oceania as under her determination and passion in Children’s Literature, Indonesia becomes the leading organization in Asia that establish a foundation and stepping stone to strengthen and raising the relationship and understanding of countries for the promotion of children’s literature and its qualities.

 


×


×